Berita

Untitled Document

SAMPAH YANG MENYEHATKAN MASYARAKAT

02 Februari 2019

"Periksa diri jika cita-cita belum tertuai, jangan-jangan badan kita belum pantas disinggahi kemuliaan" ... begitu kutipan dari buku pertama yang di tulis oleh dr. Gamal Albinsaid. Beliau seorang dokter, inovator kesehatan, wirausaha sosial, yang sekaligus peduli pada lingkungan sekitar. Bahkan di masa kuliahnya dr. Gamal Albinsaid telah meraih 12 penghargaan ilmiah dari berbagai universitas ternama di Indonesia.

Hal tersebutlah yang memicu anak-anak SMP Al Muslim yang tergabung dalam kegiatan Young Change Maker (YCM) atau pemuda pembaharu untuk mengundang dr. Gamal Albinsaid sebagai nara sumber pada kegiatan seminar edukatif. Seminar tersebut diselenggarakan dengan kerja sama dan koordinasi yang kompak antar anggota YCM dimulai dari menghubungi nara sumber, menyiapkan akomodasi, transportasi hingga menyediakan konsumsi. Beragam aktivitas tersebut dikerjakan anggota YCM disela-sela kesibukan belajar dan tugas sekolah.

Tepat pukul 08.00 di hari Sabtu, 2 Februari 2019 seminar dimulai dengan lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an dan sambutan-sambutan. Kesibukan panitia YCM makin bertambah dengan hadirnya narasumber. Beruntung semesta mendukung dengan cuaca yang cerah jauh dari mendung, hingga aula SMP Al Muslim pun menjadi sejuk hingga di akhir acara. Melibatkan 120 peserta, seminar tersebut juga didukung oleh beberapa sponsor dan segenap keluarga besar Al Muslim.

Terasa istimewa seminar kali ini berkat quotes yang disampaikan oleh dr. Gamal Albinsaid. Bagaimana sampah bisa menyehatkan masyarakat sekitar dengan inovasi-inovasi yang digagas oleh dr. Gamal Albinsaid melalui platform digital Homedika, Siapapeduli.id, Indonesia Medika, dan sehat.mart serta program-program pemberdayaan masyarakat lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Luar biasa sambutan dari peserta seminar yang dengan antusiasnya bertanya tentang kiat, rahasia, bahkan nasihat bijak agar mampu produktif selayaknya keberhasilan narasumber. Di akhir seminar dr. Gamal berpesan agar menjadikan kerja keras orang tua kita sebagai pemicu semangat belajar untuk meraih apa yang ingin kita capai di jaman yang serba digital dan cepat saat ini. Jadi, bukan apa yang akan kita capai, tapi seberapa cepat kita mencapainya. Diperlukan komitmen, keikhlasan, dan manajemen waktu untuk meraih cita-cita serta menjadikan Allah sebagai tujuan utama. Ustadzah Anna Sulisetiawati/SMP Al Muslim